oshin, Sebuah Pelajaran Tentang Hidup
Tentang seorang gadis, Shin Tanokura atau Oshin, yang dilahirkan di sebuah keluarga miskin. Atau mungkin lebih pas, sangat miskin. Dengan segala suka dan dukanya sebelum kemudian dia mencapai kesuksesan: menjadi pemilik sebuah jaringan supermarket. Tapi memang hidup tidaklah sederhana. Hidup juga tidak selalu menyediakan jawaban atas semua pertanyaan. Dia harus menempuh jalan yang berliku-liku. Pada usia 7 tahun dia harus membanting tulang, menjadi seorang babysitter untuk membantu keuangan keluarga. Dari sanalah segala penderitaannya diawali. Dituduh mencuri uang dia kabur hingga nyaris mati membeku di tengah hujan salju. Petualangan melodramanya masih berlanjut, dia menjadi pelayan, bekerja di bar, juga menjadi pemotong rambut.
Oshin adalah drama tersukses produksi televisi NHK Jepang, di Indonesia Oshin pernah ditayangkan di TVRI tahun 1983. Aslinya serial ini hanya berdurasi 15 menit dan ditayangkan sebanyak 297 episode. Merupakan adaptasi dari novel yang didasarkan kisah nyata Kazuo Wada, seorang wanita pebisnis yang memiliki Yaohan, sebuah jaringan supermarket. Berseting di jaman Meiji hingga di awal tahun 1980-an. Karena menggunakan rentang waktu yang panjang maka Oshin diperankan oleh tiga orang. Ayako Kobayashi memerankan Oshin saat berumur enam hingga 10 tahun, lalu Tanaka Yuko sebagai Oshin berumur 16-46 tahun dan Otowa Nobuko sebagai Oshin tua.
Selain Indonesia, Oshin juga pernah mengharubirukan 59 negara lain, terutama di negara-negara berkembang di Asia. Bahkan hingga saat ini pun tiap kali Ayako Kobayashi berkunjung ke negara-negara Asia, dia masih mendapat kunjungan hangat di sana. Di Vietman, istilah oshin dipergunakan sebagai eufemisme bagi para pekerja domestik.
Sebelumnya, Oshin sempat menimbulkan polemik bagi masyarakat Jepang. Yakni, ketika negara matahari terbit tersebut sedang giat-giatnya mengintroduksikan perkembangan teknologinya ke seluruh penjuru dunia, dikhawatirkan kehadiran Oshin adalah sungguh sebuah iklan yang buruk. Tak lain karena di serial ini juga terungkap sisi-sisi lain Jepang yang apa adanya. Namun yang terjadi kemudian adalah justru sebuah apresiasi yang luar biasa dari dunia luar. Sebab, ternyata di antara ekspansi teknologi Jepang, masih dijumpai gadis berkimono, upacara minum teh, tatami, atau salju yang turun di pucuk-pucuk sakura. Artinya, Jepang ternyata bisa menjadi sebuah negara maju dengan tetap berpijak pada tradisi luhur peninggalan nenek moyangnya. Artinya, ternyata kemajuan teknologi tetap bisa bersanding dengan budaya bangsa.
Namun demikian, kesuksesan serial Oshin tetap menimbulkan sepercik ganjalan. Sebab gadis lugu sederhana seperti Oshin hanya akan dapat dijumpai di dalam kotak ajaib bernama televisi. Sebab menurut sejumlah survei, di tahun 1980-an, pada saat film ini dirilis, justru ditemukan fakta bahwa masyarakat Jepang mulai dijangkiti penyakit yang ditularkan dari Western, yakni produk kapitalis bernama konsumerisme.
Sekedar ilustrasi, menurut survei sebuah bank, pengantin baru di Jepang rata-rata menghabiskan sekitar Rp 100 juta, mulai dari pesta perkawinan, bulan madu, sampai pembelian tetek bengek perabot rumah tangga. Sementara orang tua di Jepang tak segan-segan mengeluarkan satu juta yen, atau sekitar Rp 12 juta, untuk membeli sehelai kimono bagi anak gadisnya. Pembelian ini dianggap layak, hanya karena anak tetangga sudah lebih dahulu membeli kimono yang semahal itu. Dalam beberapa hal, lagak dan laku orang Jepang dalam dekade 80-an akhir tak banyak beda dari perilaku orang Arab yang kaya mendadak 10 tahun silam. Mereka tidak terbelalak lagi melihat tas golf seharga Rp 3,5 juta, atau sebotol wiski yang harganya Rp 125.000. Bahkan mobil-mobil mahal dari Jerman, seperti BMW 50I, sudah mulai diinden di Jepang dengan harga lebih dari Rp 170 juta. Jangan lupa, harga-harga tersebut adalah di tahun 1980-an.
Menyaksikan Oshin bagaikan membaca sebuah diary. Masih ada pesan lain yang dapat diambil dari Oshin yaitu upaya mengangkat harkat wanita. Maklum, tradisi di negeri itu selama berabad-abad menempatkan wanita hanya sekadar ‘pelengkap’ dalam dunia yang didominasi oleh kaum berotot: pria. Atau meminjam istilah di kampung kita: ‘kanca wingking’. Wanita hanya menjadi pelayan dan lebih ekstrim: penghibur, seperti yang tampil dalam sosok geisha. Namun dalam diri Oshin seperti sebuah pesan yang dititipkan pengarang, wanita yang pantang menyerah dalam mengarungi hidup yang penuh tantangan, untuk kemudian dia berhasil menjadi seseorang.
waktu
Rabu, 08 April 2009
kata bersayap
padaMATAMU | 041008
belalang belang kerontang di tengah padang
tersimpuh penuh peluh dalam pekat yang mengikat
telatkah aku untuk melesat ke kedalaman matamu
hanya sekedar untuk terhanyut dalam kalutmu
rampas | 121108
kenapa kaki ini terampas
justru ketika jarak sudah menunggu dilangkahi
dan
tujuan menunggu dilalui
kembara | 210708
karena kaki adalah nenek moyang kita
:kembaralah!
menepilah
hei!
jika memang pundak kalian masih terlalu muda
untuk menanggung semua mimpi-mimpi kami
maka,
menepilah
karena kami masih bisa menyemai mimpi-mimpi kami
dalam tidur panjang kami
kuasaDIRI | 120808
ku lilit diri dengan duri rindu yang merambat
sakitnya menyemut pada setiap sendi
menusuk senti demi senti
sakit bukanlah persoalan rasa
tapi,
ia adalah kuasa diri
sendiriDIRI | 121008
kematian adalah anugrah ke dua setelah kehidupan
dan,
kesendirian diri adalah kepastian
layaknya ketika kita hadir ke dunia ini
bukankah kita sendiri
maka,
kita pun akan meninggalkan alam ini
dalam kesendirian pula
berhala | 031108
masing-masing kita
saling berlomba-lomba
membuat monumen-monumen kecil
untuk kemudian
kita menyembahnya bagai berhala
KETIK DI UJUNG DETIK | 201208
tok...
ketik mentok
: buntu
tak...
ujung detak
: sekat
tik...
detik mendelik
: titik
tok, tak, tik
ketik ujung detik
: habis
SADAR | 080409
dekat makin terasa
;ketika jarak terberi
ada semakin terasa
;ketika hilang terberi
:terasa akan terkecap setelah tersadar kuasa diri
SEMBURAT IBU | 170109
aku melihat semburat wajah ibuku
pada garis fajar pertama di tahun ini.
ada apa ibu,
ya! aku tahu...
:tahun ini akan aku genapkan harapanmu, maaf.
KELUH RINDU |020808
sepi menyergap tiba-tiba
ketika rindu itu mengadu
anehnya di tengah keramaian
ah,
kenapa mesti mengeluh
bukankah rindu selalu datang bersama keluh
INGIN AKU | 080409
ingin aku merenung
: layaknya gunung
ingin aku meradang
: layaknya karang
ingin aku mengalir
: layaknya air
ingin aku tak punya ingin
: layaknya angin
: ku bunuh inginku
kemudian membatu
belalang belang kerontang di tengah padang
tersimpuh penuh peluh dalam pekat yang mengikat
telatkah aku untuk melesat ke kedalaman matamu
hanya sekedar untuk terhanyut dalam kalutmu
rampas | 121108
kenapa kaki ini terampas
justru ketika jarak sudah menunggu dilangkahi
dan
tujuan menunggu dilalui
kembara | 210708
karena kaki adalah nenek moyang kita
:kembaralah!
menepilah
hei!
jika memang pundak kalian masih terlalu muda
untuk menanggung semua mimpi-mimpi kami
maka,
menepilah
karena kami masih bisa menyemai mimpi-mimpi kami
dalam tidur panjang kami
kuasaDIRI | 120808
ku lilit diri dengan duri rindu yang merambat
sakitnya menyemut pada setiap sendi
menusuk senti demi senti
sakit bukanlah persoalan rasa
tapi,
ia adalah kuasa diri
sendiriDIRI | 121008
kematian adalah anugrah ke dua setelah kehidupan
dan,
kesendirian diri adalah kepastian
layaknya ketika kita hadir ke dunia ini
bukankah kita sendiri
maka,
kita pun akan meninggalkan alam ini
dalam kesendirian pula
berhala | 031108
masing-masing kita
saling berlomba-lomba
membuat monumen-monumen kecil
untuk kemudian
kita menyembahnya bagai berhala
KETIK DI UJUNG DETIK | 201208
tok...
ketik mentok
: buntu
tak...
ujung detak
: sekat
tik...
detik mendelik
: titik
tok, tak, tik
ketik ujung detik
: habis
SADAR | 080409
dekat makin terasa
;ketika jarak terberi
ada semakin terasa
;ketika hilang terberi
:terasa akan terkecap setelah tersadar kuasa diri
SEMBURAT IBU | 170109
aku melihat semburat wajah ibuku
pada garis fajar pertama di tahun ini.
ada apa ibu,
ya! aku tahu...
:tahun ini akan aku genapkan harapanmu, maaf.
KELUH RINDU |020808
sepi menyergap tiba-tiba
ketika rindu itu mengadu
anehnya di tengah keramaian
ah,
kenapa mesti mengeluh
bukankah rindu selalu datang bersama keluh
INGIN AKU | 080409
ingin aku merenung
: layaknya gunung
ingin aku meradang
: layaknya karang
ingin aku mengalir
: layaknya air
ingin aku tak punya ingin
: layaknya angin
: ku bunuh inginku
kemudian membatu
pemilu 2009, proyek sambilankah?
layar tv, seputar tempat tinggal kita, stiker di angkot dan sejauh mata memandang kita melihat foto-foto orang narsis yang bergaya abis-abisan...corwded banget, menganggu pandangan..
ya! pemilu, hajatan rutin per 5 tahun sekali sebentar lagi akan digelar...bak tukang obat semua partai mulai mengoles bibir mereka dengan lipstik janji dan segudang program imajiner yang entah apakah akan terrealisasikan atau hanya mengendap di awang-awang.
semua orang berebut untuk menjadi orang yang berkuasa...hhhuh! bingung? pasti. saking banyaknya pilihan yang masih abu-abu. semuanya menyatakan paling perduli rakyat kecil,paling bersih dan sederet paling lainnya..
lalu manakah yang harus kita pilih untuk mengamban amanah kita sebagai pemilik sah republik ini. oh, pemilu 2009, apakah semuanya ini hanyalah proyek sambilan bagi segelintir orang yang haus kekuasaan?.
tutup mata dan tutup telingga, serta biarkanlah mata batin kita yang menuntun kita. semoga kita menuju kepada perubahan positif yang membuat republik ini kembali jaya, seperti konon ceritanya orang-orang tua kita. semoga....
ya! pemilu, hajatan rutin per 5 tahun sekali sebentar lagi akan digelar...bak tukang obat semua partai mulai mengoles bibir mereka dengan lipstik janji dan segudang program imajiner yang entah apakah akan terrealisasikan atau hanya mengendap di awang-awang.
semua orang berebut untuk menjadi orang yang berkuasa...hhhuh! bingung? pasti. saking banyaknya pilihan yang masih abu-abu. semuanya menyatakan paling perduli rakyat kecil,paling bersih dan sederet paling lainnya..
lalu manakah yang harus kita pilih untuk mengamban amanah kita sebagai pemilik sah republik ini. oh, pemilu 2009, apakah semuanya ini hanyalah proyek sambilan bagi segelintir orang yang haus kekuasaan?.
tutup mata dan tutup telingga, serta biarkanlah mata batin kita yang menuntun kita. semoga kita menuju kepada perubahan positif yang membuat republik ini kembali jaya, seperti konon ceritanya orang-orang tua kita. semoga....
Senin, 06 April 2009
setelah tanggul yang tanggal di situ gintung
ada hal yang menarik pasca jebolnya tanggul situ gintung...
banyak orang yang berbondong-bondong berkunjung ke tempat kejadian, bukan atas nama empati belaka tapi lebih kepada mencari sensasi; bahkan ada yang dengan sengaja melakukan wisata bencana.
ya, wisata bencana. para pengunjung ini membawa segala perlengkapan layaknya ketika ingin berwisata; mulai dari makanan kecil, kamera, dan juga tak lupa mengajak serta handai taulannya untuk ikut bersamanya. dengan ekpresi penuh kekaguman mereka berfoto dengan latar belakang sisa-sisa bangunan yang porak poranda.
para wisatawan dadakan ini, berdandan dengan menornya, memakai busana yang paling bagus yang mereka punya. dan juga sepertinya para designer sudah membuat rancangan busana terbaru;khusus untuk busana wisata bencana ini bagi kaum hawa. mulai dari tank top ketat yang bahannya tidak panas, celana pendek, sendal gunung tak lupa kacamata hitam untuk melindungi mata dari terik matahari.
benar-benar, bangsa kita bangsa yang haus hiburan di tengah hidup yang semakin tak menghibur. kondisi ekonomi yang memperhatinkan menambah tingkat tekanan hidup masyarakat kita.
indonesia, surganya bencana....
banyak orang yang berbondong-bondong berkunjung ke tempat kejadian, bukan atas nama empati belaka tapi lebih kepada mencari sensasi; bahkan ada yang dengan sengaja melakukan wisata bencana.
ya, wisata bencana. para pengunjung ini membawa segala perlengkapan layaknya ketika ingin berwisata; mulai dari makanan kecil, kamera, dan juga tak lupa mengajak serta handai taulannya untuk ikut bersamanya. dengan ekpresi penuh kekaguman mereka berfoto dengan latar belakang sisa-sisa bangunan yang porak poranda.
para wisatawan dadakan ini, berdandan dengan menornya, memakai busana yang paling bagus yang mereka punya. dan juga sepertinya para designer sudah membuat rancangan busana terbaru;khusus untuk busana wisata bencana ini bagi kaum hawa. mulai dari tank top ketat yang bahannya tidak panas, celana pendek, sendal gunung tak lupa kacamata hitam untuk melindungi mata dari terik matahari.
benar-benar, bangsa kita bangsa yang haus hiburan di tengah hidup yang semakin tak menghibur. kondisi ekonomi yang memperhatinkan menambah tingkat tekanan hidup masyarakat kita.
indonesia, surganya bencana....
Langganan:
Postingan (Atom)