dialektika gambar bergerak
film adalah sebuah gagasan yang ingin disampaikan oleh pembuatnya kepada apresiatornya dalam hal ini penonton. melalui media gambar bergerak, gagasan sang creator menjelma utuh menyambangi target yang ingin disentuhnya. gagasan demi gagasan, mengalami proses transformasi bentuk dari ranah ide yang bersemayam dalam otak sang penciptanya menjadi ribuan simbol dan tanda berupa gambar yang dapat bergerak.
mengapa film dinamakan juga gambar yang bergerak?
Sejarah film sebenarnya sama tuanya dengan penemuan perangkat fotografi. Namun tahukah kamu, sejarah gambar bergerak yang pertama muncul di dunia justru muncul bukan di Hollywood, namun lahir dari sebuah pertanyaan unik: Apakah keempat kaki kuda berada pada posisi melayang pada saat bersamaan ketika kuda berlari? Pertanyaan ini dijawab oleh Eadweard Muybridge dari Stanford University dengan membuat 16 gambar atau frame kuda yang sedang berlari. Kejadian ini terjadi pada tahun 1878. Dari ke-16 gambar kuda yang sedang berlari ini dirangkai dan digerakkan secara berurutan menghasilkan gambar bergerak pertama yang berhasil dibuat di dunia. Dari sinilah ide membuat sebuah film muncul. Karena pada saat itu teknologi kamera perekam belum ada, Muybridge menggunakan kamera foto biasa untuk menghasilkan gerakan lari kuda. Dengan kata lain, diperlukan pengambilan gambar beberapa kali agar memperoleh gerakan lari kuda yang sempurna saat difilmkan.
sebagai sebuah gagasan dari sang pembuatnya, maka film bersifat tendesius atau memihak kepada siapa yang membuatnya. film dipandang sebagai sebuah media yang sangat ampuh dalam menyampaikan gagasan; dari yang mempunyai gagasan kepada penerima gagasan. hal ini disebabkan karena menurut peneitian, manusia lebih cepat menerima informasi melalui media visual ketimbang media audio.
sebagai sebuah media penyampai,maka film adalah ribuan benang merah gagasan sang penciptanya. berbagai gagasan hilir mudik menggunakan topeng gambar. untuk mengetahui maksud dari sebuah gagasan sang pencipta yang terselubung di dalam film buatannya memerlukan sebuah proses jelajah intelektual yang penulis sebut dalam tulisan ini dengan istilah "membaca film".
membaca film berarti, film tidak lagi hanya dikunyah melalui proses menonton saja namun ia lebih jauh lagi mengalami proses pembacaan film. aktivitas membaca disini adalah serangkaian aktifitas pengamatan terhadap sebuah film. titik tekan pengamatan terhadap sebuah film bisa menyentuh: titik sosialnya, titik sinematografinya, titik politisnya dan lain-lain.
pembacaan terhadap sebuah film akan menghasilkan sebuah pemahaman yang kuat akan gagasan sang pencipta. sehingga penerimaan terhadap gagasan sang pencipta akan bersifat maksimal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar